Sabtu, 28 Februari 2015

Bahaya Minuman Bersoda

Bahaya Minuman Bersoda

Minuman Bersoda adalah minuman yang menyegarkan, bahkan bagi sebagian orang minuman bersoda adalah minuman favorit yang rutin diminum. Namun demikian, bagi anda penggemar minuman bersoda sebaiknya berhati-hati, sebab minuman bersoda dapat juga memberi dampak buruk bagi kesehatan tubuh, misalnya penyakit gunjal dan obesitas atau kegemukan.

Dikutip dari laman detikcom, ada beberapa bahaya penyeakit yang dapat ditimbulkan karena minum minuman bersoda secara berlebihan. Berikut bahaya penyakit yang dapat ditimbulkan oleh minuman bersoda :
  1. Gagal Ginjal
Hasil riset tebaru menunjukkan bahwa konsumsi soda tiap hari secara rutin, dalam beberapa tahun dapat meningkatkan resiko gagal ginjal hingga 6,45 kali disbanding bila jika tidak minum soda. Penelitian dari Osaka University menunjukkan bahwa minum soda 2 kaleng sehari akan menyebabkan kerusakan fungsi ginjal. Hal ini ditandai dengan proteinuria atau adanya protein dalam air kencing.
  1. Gangguan Jantung
Peneliti dari University of Miami, Hanah Gardener mengungkap kaitan antara diet soda dengan stroke dan serangan jantung. Konsumsi diet soda setiap hari meningkatkan resiko stroke dan serangan jantung sebesar 48 persen disbanding jika tidak mengkonsumsinya sama sekali.
  1. Kerusakan Gigi
Soda memiliki pH 3,2, dengan demikian soda bersifat asam.bagi lapisan terluar gigi (enamel) sifat asam soda dapat menimbulkan kerusakan. Penelitia di University of Michigan menunjukkan bahwa mengkonsumsi 3 kaleng soda sehari atau lebih dapat menimbulkan buruknya kesehatan gigi.
  1. Obesitas dan Gangguan Metabolisme
Penelitian University of Texas menemukan bahwa minum 2 kaleng soda khususnya diet soda setiap hari dapat meningkatkan linggar pinggang hingga 500 persn. Penggunaan pemanis buatan pada minuman soda disinyalir dapat mengganggu regulasi asupan gula di dalam tubuh sehingga memicu makan yang berlebihan.
Pada 2008, penelitian University of Minnesota menunjukkan bahwa minum 1 kaleng soda secara rutin dapat meningkatkan resiko sindrom metabolic sebesar 34 persen.
  1. Gangguan Reproduksi
Selain pada minumannya, kaleng minuman bersoda juga berpotensi mengganggu kesehatan tubuh. Sebagai pelapis, kaleng minuman soda menggunakan senyawa Bisphenol A (BPA) yang banyak dikaitkan dengan gangguan hormon endokrin. Gangguan hormon ini berdampak pada gangguan sistem reproduksi.